
Terima kasih semuanya. Terima kasih atas pelukan, doa, cipika-cipikinya, ucapan, kado, surprise, kedatangannya, foto laknatnya, dan segala macam kebahagian yang telah diberikan untuk hari ini.
Terima kasih Ayah, Terima kasih Mama, Terima kasih Adik-adikku tersayang Lita, Lidya dan Feby. Dan terima kasih ya Allah engkau telah memberikan hamba segala apapun yang hamba inginkan untuk hari ini. Aku tidak akan melupakan hari ini, terima kasih :’)
22 Desember..
Hari Ibu adalah hari yang diperingati sebagai salah satu bentuk rasa terima kasih dan kasih sayang seorang anak terhadap pengorbanan Ibunya selama ini. Ataupun mungkin bagi sebagian Ibu di muka bumi ini, hari Ibu adalah salah satu hari dimana mereka merasa seperti ulang tahun untuk yang kedua kalinya. Sekarang ataupun besok pagi, siang ataupun malam setiap anak pasti datang ke pelukan Ibunya dan mengatakan “Ma, Selamat Hari Ibu ya. Aku sayang Mama,” ataupun dengan sebutan lainnya seperti Ibu, Bunda, Mami, Mom, ataupun Umi. Setiap ucapan pun disampaikan secara langsung maupun tidak langsung seperti melalui sms ataupun telepon seperti saya.
Bagi kita yang hidup di jaman yang serba canggih seperti sekarang pasti akan memasang status BBM maupun update twitter mengucapkan selamat hari Ibu secara simbolis.
Tapi apakah saya ataupun kalian tau bagaimana perasaan Ibu kita pada saat ini? Ya saya juga tidak tau persis bagaimana perasaan Ibu saya sekarang karena saya sedang menginap di rumah Ibu(kos). Maaf sedikit curhat..
Ibu pasti tau segalanya yang terbaik bagi anaknya sedangkan anaknya tidak tau apa yang terbaik untuk ibunya. Ibu pasti tau apakah anaknya sedang dalam kesusahan apa tidak sedangkan anaknya tidak tau apakah ibunya merasa kesusahan apa tidak. Ibu pasti tau apakah anaknya sedang membutuhkannya apa tidak sedangkan anaknya tidak tau persis apakah ibunya membutuhkan dia apa tidak. Ibu tidak pernah meminta kepada anaknya hal yang paling diinginkannya sedangkan anaknya tidak pernah tau apa yang diinginkan oleh ibunya. Ibu pasti ingin melihat anaknya bahagia tapi anaknya tidak tau cara membalas kebahagian yang telah diberikan oleh ibunya. Ibu pasti rela sakit dan menderita demi anaknya tapi anaknya belum tentu mau ataupun rela sakit dan menderita demi ibunya. Dan terlalu banyak hal lain dan masih banyak lagi yang tidak pernah direnungkan oleh kita ataupun saya sebagai anaknya…
“Selamat Hari Ibu, Ma. Aku akan selalu sayang Mama mulai dari aku membuka mata dan melihat bumi, sekarang, nanti ataupun sampai kau meninggalkanku menuju hidup yang sebenarnya. Aku sangat sayang padamu melebihi dari apapun. Maaf aku belum bisa membahagiakanmu tapi aku akan berusaha semampuku. Peluk dan Cium dari anakmu”
-Ayu Rafania-
Ya Allah, mudahkanlah aku untuk mendapatkan bangku kuliah di Fakultas dan Universitas yang aku inginkan dan berikanlah jalan terbaik untuk cita-citaku. Sehingga aku dapat membuat Orang Tuaku bangga padaku, Amin.
- Ayu : Pak mau liat nilai Biologi.
- Bad teacher : Bukannya waktu itu udah liat?
- Ayu : Iya Pak udah liat tapi mau liat lagi.
- Bad teacher : Ini nilainya liat sendiri.
- (hening dan patah hati)
- Ayu : Pak boleh minta nilai lebih ga pak? Kasih tugas deh pak gapapa..
- Bad teacher : Oh mau di lebihin nilainya? Nih bapak lebihin.
- (Guru ter-brengsek-itu menambah nilai 100 di samping nilai rapot)
- Ayu : Pak tapi saya mau tugas aja pak biar nilainya 80 aja gapapa pak. Yang penting gak kepala 7 pak. Saya mau nilainya gede saya mohon Pak :(
- Bad teacher : Oh mau nilai gede? Ini bapak gedein font-nya.
- What!!!!! Gue itu minta nilai gue digedein bukan font-nya yang digedein sizenya. Guru kok tolol sih!!!!!!! Damn.



